ads ads ads ads

Selasa, 28 Desember 2010

Onsen dan Masyarakat Jepang

Jepang mempunyai ribuan kolam air panas (hot spring) di seantero negeri. Sebagai negara yang mempunyai banyak gunung berapi aktif, ONSEN, begitu orang menyebutnya, telah mengakar dalam kebudayaan Jepang jauh di masa lalu. Shozuoka Prefecture yang terletak di sepanjang Samudra Pacific dan penuh dengan gunung dan danau mencatat adanya 2.300 mata air panas. Beppu di Oita Prefecture yang terletak di pantai timur Pulau Kyushu dikenal sebagai Hot Spring Resort City yang paling utama. Lebih dari 100 resort air panas terletak di daerah ini.

Onsen ada yang terletak di daerah terbuka dan tertutup. Bisa dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak yang merupakan bagian dari Hotel atau Penginapan Traditional Jepang (Ryokan). Jika anda menginap di Ryokan yang mempunyai onsen, maka bisa dipastikan ada tambahan biaya pertamu permalam. Situshttp://japaneseguesthouse.com/ merilis 350 Hot Spring Ryokan di seluruh Jepang yang bisa diakses melalui internet. Situs ini bahkan mendaftar semua Hot Spring yang menarik dikunjungi, lengkap dengan fasilitas, tour route dan tarifnya masing-masing. Kelihatannya, Onsen sudah menjadi gambaran umum pariwisata Jepang di seluruh negeri.

Dulu, Onsen ini terletak di tempat terbuka, tetapi sejumlah penginapan saat ini telah membangun kolam mandi di bagian dalam lokasi penginapan sebagai fasilitas. Lalu apa bedanya, mandi di Onsen atau di kamar hotel atau di kamar mandi di rumah kita yang dilengkapi dengan pemanas air (water heater) ? Air Onsen dipercayai mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, atau dipandang sebagai obat, dengan kandungan mineralnya. Karenanya, di Jepang, seringkali mereka menyediakan bak yang bermacam-macam dengan isi kandungan mineral yang berbeda-beda pula.

Secara tradisional, laki-laki dan perempuan mandi bersama-sama di onsen, sebagai mana di kolam-kolam renang umum. Namun ketika Jepang membuka diri dengan peradaban barat sejak jaman Meiji, maka mandi hanya dengan sesama jenis menjadi kebiasaan baru. Ingat, mandi di onsen adalah mandi dengan tanpa pakaian sehelai benangpun….. mandi dengan celana pendek atau handuk bakalan di”tegur” oleh pengelola atau "diprotes” oleh sesama pengguna. Siapa yang bisa menjamin bahwa celana atau handuk yang kita pakai tidak mengandung penyakit, padahal onsen dipakai supaya sehat. Ya.. Masuk akal. Di onsen yang baik, kita bahkan disiapkan tempat mandi dan sabun sebelum turun di onsen yang sebenarnya.

Onsen yang bercampur laki-laki dan perempuan kadang-kadang masih tetap bertahan di beberapa daerah pedalaman Jepang, meskipun sudah menyiapkan juga pilihan "women only” atau mengatur jam yang bergantian antara laki-laki dan perempuan. Namun demikian anak-anak kecil akan bercampur di bak untuk laki-laki maupun perempuan.

Rakyat Jepang seringkali bepergian dengan teman kerja sebagai penyegaran dan udara terbuka dianggap bisa memecahkan kebuntuan hirarki kehidupan kerja di masyarakat Jepang. Namun demikian, kebanyakan orang mengunjungi onsen tidak dengan teman kerja tetapi bersama teman-teman, pasangan ataupun keluarga.

Jadi jelaslah bahwa, Masyarakat Jepang menempatkan onsen bukan saja sebagai tempat rekreasi tapi juga sebagai pengobatan. Dengan menganggap pengobatan, maka orang akan menjaga kebersihan dalam menggunakannya. Mereka tidak akan sekedar mandi-mandi air panas, sebagaimana terjadi di Sonai dan Kaindi. Sekedar mandi-mandi air panas, maka tidak akan bedanya dengan mandi-mandi di rumah dengan menggunakan water heater


Bila kita anda ingin mengunjungi sebuah onsen ada beberapa peraturan dan tips yang harus di perhatikan:

1. Sebaiknya bawalah handuk dan sabun/shampo sendiri.Tetapi bila tidak,ryokan biasanya menjual handuk serta sabun/shampo.
2. Taruhlah baju dan barang-barang bawaan anda di dalam loker yang di sediakan,tapi bawa handuk serta sabun anda ke bath area.
3. Onsen hanya untuk berendam,bukan mandi.Jadi sebelum anda bisa berendam,mandilah yang bersih di tempat mandi yang di sediakan.
4. Di dalam onsen pengujung tidak di perkenankan memakai busana.Tapi bila tidak berendam,anda perlu oshibori yaitu handuk kecil untuk menutupi bagian tubuh yang perlu di tutupi.Berjalan-jalan di dalam bath tanpa di tutupi handuk kecil ini di anggap tidak sopan.Dan sebaiknya handuk kecil ini tidak di rendam di dalam kolam,tetapi di letakan di atas kepala atau di pegang saat anda berendam.
5. Onsen juga tidak untuk berenang,jadi sebaiknya anda duduk bersantai dan tenang.Ketinggian air dalam kolam biasanya mencapai pundak orang dewasa dalam posisi duduk.
6. Bila anda memakai kaca mata,jangan membawa kaca mata bila berendam di rotenburo.Perbedaan suhu luar ruangan dengan suhu onsen dapat mengakibatkan kaca mata anda pecah setelah anda selesai berendam.
7. Bagi orang yang tidak terbiasa mandi bersama dengan orang lain,tentunya akan merasa risih bila berkunjung ke onsen.Tipsnya adalah bersikaplah normal dan sopan serta menaati peraturan yang berlaku.
8. Penderita penyakit jantung dan darah tinggi serta ibu hamil tidak di anjurkan untuk berendam di dalam onsen terlalu lama.




Ini ada beberapa onsen yang terkenal di Jepang :

Blood Pond Hot Spring, Jepang


Blood Pond Hot Spring adalah salah satu "neraka" (jigoku) di Beppu, Jepang, sembilan sumber air panas alami yang menakjubkan untuk dilihat daripada mandi/berendam. "Blood Pond Hell" begitu orang menyebutnya, memiliki suhu 78 derajat celcius. Air panas yg menyembur berwarna merah yang menadakan kandungan besi tinggi. Blood Pond Hot Spring paling menarik diambil gambarnya dibanding Sembilan sumber air panas lain di Jepang.

Onsen Nachikatsuura, Jepang


Nachikatsuura di luar Onsen Nakanoshima Hotel di Pulau Nakanoshima, Nachikatsuura, Wakayama Prefecture, Jepang. Pulau mempunyai enam sumber air panas yang berbeda dengan kandungan sulfur (belerang) yang tinggi. Jepang memiliki banyak gunung api aktif dengan ribuan onsens yang bertebaran di mana mana. Zaman dulu, onsen digunakan untuk tempat pemandian umum, namun sekarang sudah dikembangkan menjadi areal pariwisata yg paling di minati oleh wisatawan domestic Jepang.

Jigokudani Hot Springs, Jepang


Hot Springs Jigokudani di Prefektur Nagano, Jepang yang paling terkenal karena adanya "Monyet Salju" maklum di sana monyet-monyet liar berambut putih banyak menghabiskan waktunya berendam di sumber air panas Jigokudani, khususnya pada musim dingin yang kadang turun sampai di bawah titik beku, saat lembah seluruhnya ditutupi salju.

Tapi pada musim panas pun, monyet-monyet liar ramai berendam di sana. Manusia pun tak mau kalah, mereka pun ikut nyemplung di sana. Uniknya, manusia maupun monyet-monyet tidak merasa saling terusik ketika berendam bersama-sama. Diperkirakan lebih dari seratus Macaques (kera asli Jepang) yang tinggal di Jigokudani Monkey Park, yang terletak di "Hell Valley" (Lembah Neraka).

Hakone, Great Boiling Valley, Jepang


Merupakan daerah gunung berapi dengan belerang yang aktif dengan mendidih. Berada di daerah Kanagawa, Jepang. Tempat ini sangat terkenal, khususnya di kalangan turis yang ingin tahu kegiatan gunung berapi. Bau surfur yang menyengat, langsung menerjang hidung begitu kita sampai di kawasan itu. Konon, merebus telur di sana kemudian memakannya akan menambah umur panjang hingga tujuh tahun. Kalau makan dua butir, bisa sampai 14 tahun. Tapi tidak disarankan makan tiga telur, itu sungguh tidak bijaksana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar